Up-Date/Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Alkitab (Kajian). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alkitab (Kajian). Tampilkan semua postingan

Yesus Tidak Pernah Naik Ke Sorga

Pengikut ajaran Paulus meyakini bahwa Yesus telah naik ke sorga sebagai misi 'final' Yesus turun ke bumi. Kalau kita membaca dengan teliti dan seksama kisah kenaikan Yesus di dalam Bible, pasti kita akan dihadapkan pada suatu ketidak-pastian tentang benarkah Yesus telah naik ke sorga? 

Artinya bahwa kenaikan Yesus ke sorga terancam akan dibatalkan oleh Bible karena tidak akuratnya informasi yang diberikan Bible mengenai hal ini. Padahal Umat Kristen sangat menyandarkan keimanan mereka terhadap kenaikan Yesus ke sorga setelah peristiwa penyalibannya.

Kebenaran cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga masih fifty-fifty
Banyak umat Kristen tidak mengetahui, atau tidak mau mengetahui, atau pura-pura tidak mengetahui, bahwa kisah kenaikan Yesus ke sorga hanya dicatat oleh dua Injil Kanonik, sementara dua Injil Kanonik lainnya tidak sedikitpun menyinggung peristiwa tersebut. Injil Kanonik yang mencatat adalah Injil Markus dan Lukas, sedangkan Injil Matius dan Yohanes sama sekali diam seribu bahasa!

Inilah ayat Injil Kanonik yang mencatatnya.

Lukas 24:51-52
[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
[52] Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
[53] Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Markus 16:19-20
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Sedangkan 2 Injil Kanonik lainnya memilih "tutup mulut" atas peristiwa maha penting dalam tatanan iman umat Kristen ini.

Tapi, coba kita lihat yang berikut ini.

Matius 28:19-20
[19] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
[20] dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Yohanes 21:23-25
[23] Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: "Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu."
[24] Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.
[25] Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Ayat-ayat di atas adalah petikan ayat terakhir dari empat Injil Kanonik. Perhatikan, dua Injil Kanonik, yaitu Matius dan Yohanes, tidak memberikan gambaran sedikitpun mengenai kenaikan Yesus ke sorga. Karenanya, hal yang harus dipertanyakan adalah, bagaimana mungkin peristiwa kenaikan Yesus bisa luput dari 2 injil Kanonik ini? Jika Yesus memang naik ke sorga dan disakssikan oleh banyak orang, maka selain tercatat dalam 4 inji kanonik, sepatutnya peristiwa ini juga tercatat dalam berbagai sumber sejarah. Tapi faktanya, jangankan para penulis sejarah independen, penulis injil yang konon katanya adalah kitab suci umat Kristen sendiri masih belum yakin, bahkan menyajikan berita yang simpang siur mengenai peritiwa ini.

Sampai di sini, tentu saja peristiwa kenaikan Yesus ke sorga patut dipertanyakan kebenarannya. Kenapa hanya Markus dan Lukas saja yang mencatatnya? Kenapa Matius dan Yohanes tidak mencatatnya? Tidakkah secara logik saja kita pun lantas dapat memposisikan keempat injil kanonik ini menjadi 2 lawan 2 dalam menyikapi cerita tentang kenaikan Yesus, atau dengan kata lain, menurut injil-injil kanonik sendiri berita tentang kenaikan Yesus ke sorga itu sebetulnya masih fifty-fifty?!

Kontradiksi Riwayat Bible Mengenai Kenaikan Yesus
Setelah mengetahui bahwa kenaikan Yesus hanya dicatat oleh dua Injil Kanonik, sekarang coba mari kita cermati juga sampai di mana keakuratan informasi dari dua Injil Kanonik tsb. Nampaknya kedua injil ini saling berbeda pandang mengenai kisah kenaikan Yesus.

Markus 16:14-20
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
[16] Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Lukas 24:41-53
[41] Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
[43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
[44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
[45] Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
[46] Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
[47] dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
[48] Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
[49] Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."
[50] Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
[52] Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
[53] Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Dari dua kronologis ayat mengenai kisah seputar sebelum kenaikan Yesus di atas, dapat dilihat perbedaan yang sangat mencolok, atau setidaknya tampak jelas tidak ada persamaan antara mereka dalam mengisahkan peristiwa sebelum "kenaikan" Yesus.

PERTAMA, dalam Markus. Setelah Yesus menampakkan diri kepada murid-muridnya dan meyakinkan mereka, hal yang terucap dari mulut Yesus pertama kali adalah perintah memberitakan Injil kepada seluruh makhluk serta perintah pembabtisan, sedang perintah ini sama sekali tidak dicatat Lukas, justru yang dikatakan Yesus dalam Lukas setelah murid-muridnya yakin adalah mengenai nubuatan tentang mesias. Benar-benar tidak konek!

KEDUA, masih dalam Markus. Yesus juga menceritakan tanda-tanda mengenai orang yang percaya padanya. Lagi, dalam Lukas perkataan ini tidak tercatat sama sekali.

KETIGA, dalam Lukas. Dikisahkan bahwa Yesus membawa muridnya ke luar kota sampai dekat Betania sebelum akhirnya terangkat ke sorga, sedang dalam Markus tidak dikatakan mereka dibawa ke dekat Betania. Justru dalam Markus, setelah Yesus berbicara dengan muridnya, ia langsung terangkat ke sorga dan secara spesifik tidak diceritakan lokasi di mana peristiwa tsb terjadi.

Dalam menghadapi kronologis yang sangat berbeda pandangan atau kontradiktif ini, pastinya hanya dua kemungkinan, yaitu:

Pertama, salah satu dari Injil Kanonik tersebut menceritakan peristiwa yang benar dan yang lain salah. Jika Injil Markus yang benar, berarti Injil Lukas yang salah, begitu juga sebaliknya, jika Injil Lukas yang benar, berarti Injil Lukas salah. Atau, ini juga tidak boleh diabaikan, bahwa kedua Injil Kanonik tersebut menceritakan peristiwa yang salah dan bukan bagian dari riwayat kehidupan Yesus yang sebenarnya!

Bahkan mengenai riwayat Lukas, dia pun kontradiktif dengan perkataannya sendiri dalam surat Kisah Para Rasul. Dikatakan dalam Kisah Para Rasul bahwa Yesus empat puluh hari bersama murid-muridnya setelah penyaliban sebelum akhirnya naik ke sorga.

Kisah Para Rasul 1:3 Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Sedang diketahui dalam Injil Lukas yang dicatat oleh oknum yang sama, Lukas tidak memberikan keterangan tersebut dan dilihat dari kronologis kisah, secara spesifik mengatakan bahwa kenaikan Yesus terjadi pada hari dia dibangkitkan dari kubur setelah berbicara kepada murid-muridnya hari itu juga.

Sampai disini telah ditemukan bahwa kronologis Injil Kanonik yang mencatat kenaikan Yesus kontradiktif dan berbeda pandangan antara Markus dan Lukas, sehingga riwayat salah satu Injil Kanonik tersebut harus ditolak. Sehingga kisah kenaikan Yesus makin meragukan.

Kepalsuan Ayat Mengenai Kenaikan Yesus
Disini kita akan membahas masalah kepalsuan ayat Bible mengenai kenaikan Yesus, tepatnya kisah dalam Injil Markus. Ternyata, ayat dalam Markus 16 dimana menceritakan mengenai kisah kenaikan Yesus adalah ayat palsu, penemuan ini berdasarkan Codex Sinaticus, yang merupakan salah satu manuskrip kuno naskah Bible tertua dan terbaik yang ditemukan dalam bahasa Yunani.

Dalam Codex Sinaiticus, Mark Chapter 16 hanya sampai pada ayat 8, sedangkan 12 ayat selanjutnya yang ditemui pada Terjemahan Baru LAI sama sekali tidak terdapat dalam manuskrip kuno tertua Codex Sinaiticus. Dapat di cek dengan mata kepala sendiri di sini:

Codex Sinaiticus menunjukkan bahwa Markus 16 hanya sampai pada ayat 8:

Transcription:
  1. του μνημειου ┬ ┬ ϲκθ ϛ η δε μαρια η μαγδα ληνη και μαρια η ┬ ϲλ η ϊακωβου · και ϲαλω μη ηγοραϲαν αρω ματα ϊνα ελθου> ϲαι αλιψωϲιν αυ τον
  2. και λιαν πρωϊ · τη μια των ϲαββατω ερχονται επι το > μνημα ανατιλα τοϲ του ηλιου ˙
  3. ϲλα α και ελεγον προϲ > εαυταϲ τιϲ αποκυ λιϲει ημιν τον > λιθον εκ τηϲ θυ> ραϲ του μνημει
  4. ου ˙ και αναβλεψα ϲαι θεωρουϲιν α νακεκυλιϲμενο τον λιθον · ην γαρ μεγαϲ ϲφοδρα
  5. και ειϲελθουϲαι ειϲ το μνημειον · ει> δον νεανιϲκον καθημενον εν τοιϲ δεξιοιϲ περι βεβλημενον ϲτο λην λευκην · και εξεθαμβηθη>> ϲαν ˙
  6. ϲλβ β ο δε λεγει αυταιϲ μη εκθαμβειϲθε · ϊηϲουν ζητει> τε ┬ τον εϲταυ> ρωμενον ηγερ θη ουκ εϲτιν > ωδε ιδε ο τοποϲ οπου εθηκαν > αυτον
  7. αλλα υπαγετε ει πατε τοιϲ μα θηταιϲ αυτου και τω πετρω · οτι προαγει ϋ> μαϲ ειϲ την γα λειλαιαν · εκει > αυτον οψεϲθε καθωϲ ειπεν > ϋμιν ·
  8. ϲλγ β και εξελθουϲαι εφυγον απο > > του μνημειου · ειχεν γαρ αυταϲ τρομοϲ και εκ> ϲταϲιϲ · και ου> δενι ουδεν ει> πον εφοβουν το γαρʼ ⌇﹏ ευαγʼγε λιον κατα μαρκον
Translation:
  1. And when the sabbath was past, Mary Magdalene, and Mary the mother of James, and Salome, had bought sweet spices, that they might come and anoint him.
  2. And very early in the morning the first day of the week, they came unto the sepulchre at the rising of the sun.
  3. And they said among themselves, Who shall roll us away the stone from the door of the sepulchre?
  4. And when they looked, they saw that the stone was rolled away: for it was very great.
  5. And entering into the sepulchre, they saw a young man sitting on the right side, clothed in a long white garment; and they were affrighted.
  6. And he saith unto them, Be not affrighted: Ye seek Jesus of Nazareth, which was crucified: he is risen; he is not here: behold the place where they laid him.
  7. But go your way, tell his disciples and Peter that he goeth before you into Galilee: there shall ye see him, as he said unto you.
  8. And they went out quickly, and fled from the sepulchre; for they trembled and were amazed: neither said they any thing to any man; for they were afraid.
Terjemahan:
  1. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
  2. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
  3. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"
  4. Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
  5. Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut,
  6. tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
  7. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."
  8. Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut.

Dari sini jelas terlihat bahwa ayat-ayat setelah Markus 16:8 merupakan ayat palsu atau ayat-ayat yang disisipkan kemudian oleh para bapa gereja, yaitu:


[9] Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
[10] Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
[11] Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
[12] Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
[13] Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
[14] Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
[15] Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
[17] Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
[18] mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
[19] Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
[20] Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Darimana datangnya dua belas ayat terakhir dalam Markus 16? Mengapa dalam Terjemahan Baru muncul sedang dalam Codex Sinaiticus, naskah tertua yang ditemukan tidak terdapat sama sekali? Ini menunjukkan bahwa ayat kenaikan Yesus ke sorga hanya sisipan Gereja! 

Kepalsuan ini juga dibenarkan oleh R.P Roguet dalam bukunya "Initiation a I'Evangile" {Pembimbing Kepada Injil} bahwa Markus 16:9-20 memuat hikayat yang tidak otentik.

Sampai disini telah ditemukan bahwa ternyata apa yang menjadi dasar Umat Kristen dalam meyakini kenaikan Yesus hanyalah kepalsuan yang dibuat Gereja dan merupakan bualan Paulus saja.

Dari telaah kritis ini dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:
  1. Kenaikan Yesus ke sorga tidak di catat oleh tiga Injil Kanonik dan penyandaran keimanan Umat Kristen terhadap kenaikan Yesus didasarkan pada keterangan yang sangat lemah. 
  2. Kenaikan Yesus secara spesifik hanya dicatat oleh Lukas dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul, walaupun riwayat yang dia ceritakan berbeda. Tetapi, siapakah Lukas? Lukas bukanlah murid Yesus dan tidak pernah berhubungan dengan Yesus sedikitpun, apalagi menjadi saksi kehidupannya. 
Lukas adalah seorang dokter yang kemudian menjadi pengikut Paulus yang setia (2Timotius 4:11). Bahkan dalam keterangan Bible yang dibubuhkan oleh Gereja sendiri, dikatakan Lukas satu-satunya orang bukan Yahudi melainkan orang Yunani yang tulisannya masuk dalam Bible. Ini menunjukkan bahwa apa yang dituangkan Lukas berdasarkan arahan Paulus semata, dimana dalam surat-suratnya Paulus banyak memperkenalkan bahwa Yesus disalib, dibangkitkan, dan naik ke sorga.

Ringkasan 4 Injil yang diterbitkan pada tahun 1972 oleh sekolah Bibel di Yerussalem (Jilid II Hal. 451) mengkritik data-data kenaikan (ascention) dengan mengatakan "Sesungguhnya tidak ada kenaikan dalam arti kata fisik.".

Bukti-bukti ini semua telah menjelaskan bahwa kenaikan Yesus ke sorga sesungguhnya tidak pernah terjadi. Cerita ini tidak didukung oleh keterangan yang akurat dalam Bible sendiri. Dengan demikian, umat Kristen perlu meninjau kembali keimanannya tentang kenaikan Yesus ke sorga ini. Mereka perlu berpikir kembali sebelum merayakan hari Kenaikan Yesus setiap tahunnya, apakah memang patut dirayakan atau seharusnya dihentikan berhubung masih dalam pertanyaan karena tidak didasari keterangan valid dalam Bible. Terlebih lagi karena Bible lebih cenderung pada cerita fiktif tentang kenaikan Yesus ketimbang menonjolkan kebenaran kisahnya.

Semoga bermanfaat!
Salam Bagi Kaum Yang Mengikuti Petunjuk

[Sumber: Islam Menjawab]



Benarkah Rajam Hanya Monopoli Ajaran Islam?

Simak perintah Tuhan kepada Musa dalam Kitab Perjanjian Lama, Tanakh Yahudi, berikut ini.

Hukum RAJAM bagi yang murtad.

Ulangan 17:2 “Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya,

17:3 dan yang pergi beribadah kepada ALLAH LAIN dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;

17:4 dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,

17:5 maka engkau harus membawa laki-laki atau perempuan yang telah melakukan perbuatan jahat itu ke luar ke pintu gerbang, kemudian laki-laki atau perempuan itu harus kau lempari dengan batu sampai mati.

17:6 Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati.

17:7 Saksi-saksi itulah yang pertama-tama menggerakkan tangan mereka untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat. Demikianlah harus kau hapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.”

Cukup sampai di situ?
BELUM!

Dalam ALKITAB ribuan tahun sebelum datangnya Islam di tanah Ismael, Tuhan kepada Nabi Musa pun memerintahkan hukum mati hukum rajam bagi para pewarta kabar kemusyrikan. Para misionaris trinitas termasuk dalam hal ini, bahkan kepada karib kerabat sendiri.

Ulangan 13:6 Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,

13:7 salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,

13:8 maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,

13:9 tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.

13:10 Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu.

Karena itu janganlah anda heran dan enggan beriman jika Nabi terakhir utusan Tuhan Semesta Alam menghidupkan perintah ALLAH yang Esa ribuan tahun sebelumnya untuk menghukum mati bagi para pelaku riddah.. Murtad.

َ“Sesiapa yang menukar agamanya, maka bunuhlah dia.” (Sahih: Dikeluarkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya, hadits no: 6922 (Kitab Istitabah al-Murtaddin, Bab hukum lelaki yang murtad dan wanita yang murtad)

Demikian juga bagi para pewarta kabar kemusyrikan dan kemurtadan,

“Tidak dihalalkan darah seorang muslim yang bersaksi bahawasanya tiada tuhan selain Allah dan bahawasanya Muhammad adalah Rasulullah melainkan salah satu dari tiga perkara:
  1. Seorang yang berzina setelah dia menjaga kehormatannya dengan perkahwinan, maka sesungguhnya dia direjam, 
  2. Seorang yang keluar (dari Islam dan jamaah, lalu) memerangi Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia dibunuh atau disalib atau dibuang negeri dan 
  3. Seorang yang membunuh satu jiwa, maka dia dibunuh sebagai hukum timbal balik.” [Sahih: Dikeluarkan oleh Abu Daud dalam Sunannya dan ia dinilai sahih oleh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud, hadis no: 4353 Kitab al-Hudud, Bab hukuman bagi orang yang murtad] [1] 
Mengapa Disembunyikan?
Demikian pula yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin ‘Umar bahwa beberapa orang Yahudi datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa seorang lelaki dari mereka dan seorang wanita yang keduanya telah berbuat zina. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada mereka: “Apa yang kalian lakukan terhadap orang yang berzina di antara kalian?” Mereka menjawab: “Kami melumuri wajahnya dengan arang [2] dan memukulnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Apakah kalian tidak menemukan hukum rajam dalam Taurat?” Mereka menjawab: “Kami tidak mendapati sedikitpun (tentang rajam).” Abdullah bin Sallam berkata kepada mereka: “Kalian telah berdusta, datangkanlah Taurat jika kalian jujur.” Salah seorang guru mereka yang mengajari mereka meletakkan telapak tangannya di atas ayat rajam (dengan maksud menutupinya, red.). Lalu dia pun mulai membaca ayat yang sebelum dan sesudahnya, dan tidak membaca ayat rajam. (Abdullah bin Sallam) melepaskan tangannya dari ayat rajam dan bertanya: “(Ayat) apa ini?” Tatkala mereka melihat itu mereka pun menjawab: “Itu ayat rajam.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan agar keduanya dirajam [3]. Maka keduanya pun dirajam di dekat tempat jenazah yang ada di dekat masjid. Ibnu ‘Umar berkata: “Aku melihat (yang dirajam tersebut) berusaha menghindar, melindungi dirinya dari bebatuan (yang dilemparkan kepadanya hingga ia tewas).” [HR. Al-Bukhari, 8/4556 dan Muslim no. 1699]

Bagi siapa yang melihat kitab Injil sekarang ini, masih sangat banyak ajaran-ajaran asli yang berasal dari ajaran Nabi ‘Isa ‘alaihis salam, yang apabila mereka memahaminya dengan pemahaman yang jernih, niscaya akan membawa kepada keyakinan akan kebenaran Islam yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Di antaranya adalah apa yang disebutkan dalam Injil, kitab Ulangan 6:4: “Dengarlah hai orang Israil, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu satu. ”

Dan dalam kitab Yesaya 45:5-6: “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain.”

Demikian pula dalam Yohanes 17:3: “Inilah hidup yang kekal, yaitu mereka mengenal Engkau, satu-satu-Nya yang benar dan mengenal Yesus [4] yang telah engkau utus.”

Demikian pula di dalam kitab Injil yang terdapat larangan membuat patung, dalam kitab keluaran 20:4-5: “Janganlah membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku Tuhan, Allahmu adalah Allah yang cemburu.”

Bahkan anjuran untuk berkhitan pun disebutkan dalam Injil mereka, seperti yang disebutkan dalam Kitab Kejadian 17:13: “Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat,”

lalu pada ayat ke-14 disebutkan: “Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerah kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari tengah masyarakatnya. Ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

Demikian pula dijelaskan bahwa Nabi ‘Isa ‘alaihis salam hanyalah diutus secara khusus untuk Bani Israil, dan tidak lebih dari itu. Seperti yang disebutkan dalam Matius 10:5-6: “Kedua belas murid itu diutus Yesus dan ia berpesan kepada mereka: ‘Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Dan dalam Matius 15:24 disebutkan: “Jawab Yesus: ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil’.”

Seluruh perkara ini dibenarkan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dalam banyak haditsnya. Oleh karenanya, setelah diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabi dan Rasul penghabisan, maka beliau diutus untuk seluruh umat manusia. Sehingga tidak diperkenankan lagi bagi seorangpun dari kalangan umat ini untuk menjadikan petunjuk kecuali apa yang telah dibawa Muhammad bin Abdullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana diriwayatkan Al-Imam Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ‏‎ ‎بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِيْ أَحَدٌ‏‎ ‎مِنْ هَذِهِ اْلأُمَّةِ لاَ‏‎ ‎يَهُوْدِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ‏‎ ‎ثُمَّ يَمُوْتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ‏‎ ‎بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ‏‎ ‎كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ‏


‎“Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah mendengar tentangku seorangpun dari umat ini, apakah dia seorang Yahudi ataukah Nasrani, lalu dia mati dan tidak mengimani apa yang dengannya aku telah diutus, melainkan dia tergolong penduduk neraka.” [HR. Muslim dan Ahmad]

Wallahu ’alam bish-shawab. [5]


CATATAN KAKI:
[1] Dinukil dari Jalan Ibrahim
[2] Ada pula yang menafsirkannya: Kami menyiramnya dengan air panas. Dalam riwayat lain: Kami mempermalukan mereka dan mereka dicambuk.
[3] Dalam riwayat lain bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Sesungguhnya aku menghukuminya berdasarkan apa yang terdapat dalam Taurat.”
[4] Maksudnya adalah Nabi ‘Isa ‘alaihis salam.
[5] Dinukil dari Shirat al Mustaqim



Tragedi Jambu Kluthuk!


Saya punya satu cerita menarik dengan 2 versi.


VERSI PERTAMA

Begini:
Lurah kampung kami terkenal sebagai orang tua yang tegas, namun arif lagi bijaksana dalam segala hal.

Suatu ketika, beliau memergoki 2 orang anak tetangga mencuri sebiji jambu kluthuk di halaman belakang rumahnya. Karuan saja anak-anak ini langsung dia tangkap, kemudian ditegur dan dinasehati bahwa mengambil buah jambu kluthuk di halaman orang lain secara diam-diam itu salah.

Karena sadar akan kesalahannya, anak-anak ini kemudian memohon maaf kepada pak Lurah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka.

Sebagai orangtua yang arif, tentu saja pak Lurah menerima permohonan maaf anak-anak itu dengan penuh welas asih. Namun sebagai Lurah, dengan tujuan pembelajaran, beliau kemudian tidak memperbolehkan anak-anak ini untuk masuk lagi ke halaman belakang rumahnya secara diam-diam.

Sejak kejadian itu, anak-anak tadi pun tidak pernah lagi terlihat berada di dekat rumah pak Lurah.

Cerita pun TAMAT sampai di di situ.




VERSI KEDUA

Ceritanya persis sama seperti versi pertama. Cuma ada tambahan sedikit begini:
Beberapa tahun setelah kejadian itu, entah dari mana asalnya, seorang penderita gangguan ingatan masuk ke kampung kami dan berkeliling kampung mengabarkan berita kepada setiap orang yang ditemuinya bahwa dirinya adalah seorang Carik (jurutulis di kantor pak Lurah) yang diangkat langsung oleh pak Lurah dan diperintah untuk mengabarkan berita bahwa peristiwa pencurian sebiji jambu kluthuk oleh 2 anak tetangga beberapa tahun silam itu telah membuat pak Lurah sedemikian murka, sehingga untuk melampiaskan kemurkaannya kepada 2 anak tetangga yang sudah minta maaf tsb, pak Lurah menggantung anak tunggalnya sendiri sampai mati!

Menurut cerita si Carik dari negeri antah barantah ini, membunuh satu-satunya anak kandung kesayangannya itu dilakukan oleh pak Lurah sebagai penebus kesalahan yang dilakukan oleh 2 anak tetangganya!



Sampai di sini, menurut anda cerita versi mana yang 
lebih masuk akal dan lebih bisa dipercaya?  
Versi pertama, atau versi kedua?
Alasannya?




[Sumber: Gus Mendem, bermain antara iman & logika]





** Pernah diperdebatkan juga di sini

Cerita Fiksi Alkitab Tentang Kenaikan Yesus Ke Sorga


Setiap Kristen baik Katolik, Protestan, bahkan Ortodoks sekalipun pasti pernah mengucapkan pengakuan iman (kredo/syahadat) yang menyatakan kepercayaan mereka atas kenaikan Yesus ke sorga.

Artinya, seseorang belum dikatakan kristen kalau tidak pernah mengikrarkan kredo pengakuan iman di mana dengan jelas disebutkan bahwa Yesus naik ke sorga!

Kisah Yesus naik ke sorga ini bahkan diperingati setiap tahunnya oleh umat kristen sedunia yang di indonesia diberi label "KENAIKAN ISA ALMASIH" sebagai bukti bahwa setelah 2000 tahun lebih, ternyata sampai hari inipun umat Kristen masih belum percaya diri untuk melabeli hari besar mereka sendiri dengan menggunakan nama Yesus Kristus sesuai alkitab, tapi tetap pilih "ndompleng", alias numpang beken nama Isa Al Masih dari Al-Qur’an.

Tapi, ah, sudahlah!
Namanya juga mental pengemis, mau diapain lagi?

Kita lanjutkan!
Alkitab mencatat cerita tentang kenaikan Yesus ke surga sbb: 

[Markus 16:19] 
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

[Lukas 24:51] 
Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.

Tapi apakah Markus dan Lukas yang mengisahkan cerita ini adalah murid-murid Yesus yang ke sana ke mari selalu bersama sang guru? Jawabnya, BUKAN! 

Tidak ada murid Yesus yang bernama Markus dan Lukas. Jadi, cerita tentang kenaikan Yesus ke sorga bukan merupakan kesaksian langsung dari murid-murid Yesus sendiri, melainkan cuma cerita fiksi karya para pengarang tsb yang kemudian "dipatenkan" dalam buku berlabel Injil Markus dan injil Lukas.

Tentang Markus 16:19, kita sudah melihat sendiri bukti kepalsuan ayat tsb mulai dari ayat 9 s.d 20 karena tidak ditemui dalam kanon resmi alkitab tertua Codex Sinaiticus, juga pada Codex Vaticanus 
Lihat lagi di sini.

Lalu, bagaimana dengan cerita dalam injil Lukas? 
Wah! Kalau yang ini malah gamblang banget terbukti HOAX ketika dicross-check dengan tulisannya sendiri dalam Kisah Para Rasul 1:3

Di bawah ini adalah bukti bahwa kisah kenaikan Yesus ke sorga cuma karangan model sains fiksi versi Lukas:

[Lukas 21:29] 
Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.

Diceritakan pada ayat ayat berikutnya bahwa Yesus menemui kesebelas muridnya menjelang petang di hari yang sama dengan hari kebangkitannya (hari Minggu), dan peristiwa kenaikannya pun terjadi pada hari itu juga setelah ia puas menyantap ikan goreng lalu memberkati kesebelas muridnya.

Sementara pada tulisan Lukas dalam Kisah Para Rasul ceritanya lain lagi. Ia menulis bahwa Yesus berulangkali menampakkan diri kepada kesebelas muridnya selama empat puluh hari

Artinya, Lukas mengisahkan kenaikan Yesus ini dalam 2 VERSI BERBEDA!

Versi pertama terjadi pada hari yang sama dengan hari kebangkitannya, sementara versi kedua terjadi sesudah 40 hari sejak kebangkitannya. Dan berdasar cerita "ngarang bebas" versi kedua inilah kemudian kenaikan Yesus dirayakan setiap tahunnya oleh pengikut Paulus secara salah alamat sebagai hari "KENAIKAN ISA ALMASIH", nabinya umat Islam! 

[Kisah Rasul 1:3] 
"Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari  Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah."

Dari kontradiksi kedua tulisan Lukas sendiri tentang peristiwa kebangkitan hingga kenaikan Yesus ke sorga, maka hanya ada satu kesimpulan, yaitu bahwa semuanya adalah karya tulis “tidak cerdas“ alias mudah terdeteksi bohongnya!

Perihal kebohongan kebangkitan dan Kenaikan Yesus ini semakin parah dengan adanya blunder tambahan versi Paulus yang menerangkan bahwa kenaikan Yesus terjadi setelah Yesus menampakkan diri kepada 12 muridnya!

[1Kor 15:5] 
bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.

Padahal dalam semua kitab Injil dikisahkan bahwa setelah peristiwa penyaliban, murid Yesus hanya tinggal sebelas orang, karena Yudas Iskariot, salahsatu muridnya, dikabarkan mati gantung diri setelah mengetahui beratnya hukuman yang dijatuhkan kepada sang guru!

[Matius 27:3-5] 
Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!" Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri."

UNTUK DICATAT
Dari sedikit keterangan di atas terbukti bahwa kredo, atau syahadat pengakuan iman yang diikrarkan oleh setiap pengikut Paulus sesungguhnya cuma bersandar pada dongeng pengarang injil Markus dan Lukas, yang celakanya, tidak pernah menjadi murid Yesus pula! 

Dengan kata lain, umat kristen beriman kepada sesuatu yang sangat sulit untuk dipercaya memang benar-benar pernah terjadi! 

Tapi hebatnya, hingga hari ini pepesan kosong ini berhasil dipertahankan oleh kroni Paulus sampai lebih dari 2000 tahun lamanya! 

Sampai di sini, rasanya ada yang lebih aneh lagi tidak?
Jawabnya, ADA!

Yaitu, apa kata pengarang injil kanon lainnya -- yakni Matius dan Yohanes -- tentang kenaikan Yesus ke sorga ini? 

Ternyata kedua pengarang injil Matius dan Yohanes sama-sama bungkam. Mereka benar-benar diam seribu bahasa, karena nampaknya tidak pernah mendengar cerita "aneh bin ajaib" tsb, atau sangat boleh jadi justru sangat mengetahui bahwa cerita itu sebenarnya tidak pernah terjadi!

Itulah sebabnya kenapa mereka sama-sama memilih untuk tidak menuliskan barang satu katapun "dongeng sebelum bobo" tentang kenaikan Yesus ke sorga! 

Dari sini timbul pertanyaan serius, bukankah konon katanya para pengarang injil kanonik dibimbing langsung oleh Roh kudus, atau oleh Tuhan sendiri, sehingga mustahil bisa salah dalam memberikan ilham?

Sek .... sek .... sebentar dulu! 
Ilham? 
Ilham apaan?

Jika benar Roh Kudus adalah pembimbing dan sumber ilham keempat pengarang injil, kenapa dalam urusan kenaikan Yesus ke sorga ini dia cuma mengilhami Markus dan Lukas saja? 

Itupun nyatanya informasi kepada Lukas terbukti salah, sebab sama sekali berbeda antara yang ditulisnya dalam injil Lukas dan yang ditulisnya dalam Kisah Para Rasul sehingga menjadi berita yang simpang siur! 

Ini menunjukkan indikasi kuat bahwa sebenarnya Roh Kudus itu tidak pernah ada, atau kalaupun ada, pasti sudah sangat tua dan pikun! 

Sedangkan berdasarkan fatal error yang dilakukan oleh Lukas dalam kedua tulisannya tadi, cerita hebat tentang para pengarang injil dibimbing oleh Roh Kudus pun menjadi tidak lebih greget daripada sekedar pepesan kosong! 

Tentang kenapa Lukas selalu saja ngaco dalam memberikan informasi terkait isu-isu penting dalam doktrin kekristenan yang kerapkali bertubrukan dengan tulisan pengarang injil-injil kanon lainnya, sebetulnya tidak perlu diherankan. 

Sejak baris pertama yang ditulisnya dalan injil bernama Lukas, si pangarang sudah mengaku bahwa seluruh cerita yang ada di dalam bukunya cuma hasil nguping kabar burung dari kanan kiri!
Begini pengakuannya sendiri:

[Lukas 1:1-4] "Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar."

Kalimat di atas jelas mengindikasikan tidak adanya campur tangan Roh Kudus dalam karya tulisnya kecuali cuma hasil nguping cerita-cerita kabar burung dari kanan kiri yang didengarnya dari orang-orang yang dia sebut sebagai saksi mata.

Jadi tidak perlu heran pula jika di belakang hari Al-Quran menginformasikan kepada kita bahwa dalam urusan iman, khususnya iman kepada penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke sorga, umat kristen sebenarnya hanya mengikuti prasangka yang dikarang-karang oleh kalangan mereka sendiri.

"Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti PERSANGKAAN belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa." (QS. An-Nisa:157)

Dengan demikian, maka cerita tentang kenaikan Yesus ke sorgapun tidak salah-salah banget jika disebut sebagai HOAX!

Bukan begitu?


[Bocoran dari Master xucinxgaronx]

Simak penjelasan "ketidakjelasan" mitos kenaikan Yesus ke sorga di bawah ini. 


Baca juga:



Tinjauan Kitabiyah Tentang Mitos Penyaliban dan Kebangkitan Yesus

Published on facebookFebruary 27, 2012 at 5:44 PM

ALLAH BERFIRMAN:
“Dan karena ucapan mereka; Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih (Messiah), Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya. Melainkan hanyalah diserupakan saja pada mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa benar-benar dalam keraguan, melainkan menurut dugaan (mereka) saja. (Dan) mereka tidak yakin/masih ragu bahwa mereka telah membunuh Isa."(QS. An-Nisa: 157).
Umat Islam dengan sepenuh keimanan meyakini bahwa Firman Allah di atas adalah benar, dan karenanya tidak sedikitpun meragukan bahwa ayat tersebut menceritakan hal yang sesungguhnya. Sedangkan untuk mendukung keyakinan tersebut, mari sama-sama kita perhatikan argumen-argumen di bawah ini yang berlandaskan pada keyakinan iman umat Kristen sendiri sbb:

PERTAMA
Ayat-ayat Al-Qur’an di atas menyebutkan: “Nabi Isa tidak terbunuh.”
Ini sesuai dengan:
  • Nubuat bahwa semua Rasul/Nabi yang datang dari Allah, termasuk Yesus telah dijamin nyawanya oleh Allah – tidak akan dibunuh (ULANGAN 18:20).
  • Nubuat bahwa Allah menjawab doa Yesus, menyelamatkan nyawanya, sehingga ia tidak akan dibunuh (MAZMUR 22:21-22, 25 & 34:16).
  • Nubuat bahwa orang-orang benar/soleh (termasuk para Nab/Rasul) akan diselamatkan oleh Allah dari segala penderitaan – dilindungi oleh Allah (MAZMUR 34:18-19).
  • Nubuat bahwa Yesus diselamatkan oleh Allah dari kekejaman orang-orang jahat – dilindungi Allah (MAZMUR 34:20, 21, 23).

KE-DUA
Menurut ayat-ayat Al-Qur’an di atas: “Mereka berselisih paham karena menduga-duga.”
Ini sesuai dengan:
  • Sebelas murid Yesus melarikan diri ketika Yesus ditangkap, tidak satupun dari mereka yang menyaksikan persidangan dan penyaliban Yesus (MATIUS 26:56 dan MARKUS 14:50).
  • Umat Kristen hanya mengakui Injil yang ditulis oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Padahal tidak satupun dari keempatnya yang patut dipercaya sebagai salahsatu murid-murid Yesus (MATIUS 10:2-4 dan MARKUS 3:16-19 dan LUKAS 6:14-16).
  • Sedangkan Yohanes dan Matius sendiri sama sekali tidak menyaksikan peristiwa persidangan dan penyaliban Yesus (MATIUS 26:56 dan MARKUS 14:50).
  • Lukas mengatakan bahwa catatannya hanya merupakan kesimpulan dari kabar (gossip) belaka dan hanya merupakan hasil penyelidikan – bukan saksi langsung (LUKAS 1:1-3).
  • Yohanes dengan tegas mengatakan bahwa catatannya hanya merupakan kesimpulan dari kabar/gosip belaka dan hanya merupakan ringkasan yang tidak lengkap (YOHANES 20:30).
  • Perjanjian Baru banyak menggunakan kalimat “kira-kira”.

KESIMPULAN: Kisah penyaliban Yesus hanya berupa dugaan dari hasil penyelidikan dan gossip belaka, dan karenanya tidak ada jaminan pasti tentang kebenarannya. Kisah ini bahkan telah menyebabkan murid-murid Yesus sendiri saling berbantahan dan berselisih paham tentang kebenaran penyaliban dan kebangkitan Yesus. Salahsatu buktinya adalah, dari ratusan catatan tentang Injil dan puluhan kitab Injil yang ditemukan, kenapa hanya 4 Injil saja yang dijadikan sebagai Injil Kanonik. Tidakkah itu aneh?

KE-TIGA
Menurut ayat-ayat Al-Qur’an di atas: “Orang-orang Yahudi masih ragu apakah mereka membunuh Yesus, atau tidak?” Ini sesuai dengan cross-check berikut - perhatikanlah dengan seksama:

Mereka curiga karena melihat beberapa kejanggalan, seperti contohnya: baru 3 jam disalib, tapi Yesus sudah mati. Padahal dua orang penjahat yang sama-sama disalib dengannya masih hidup. Kaki Yesus juga tidak dipatahkan seperti yang dilakukan terhadap dua penjahat tsb. Sementara itu, atas bantuan dari murid-murid rahasia Yesus, Pilatus segera mengizinkan Yusuf untuk menurunkan Yesus dari tiang salib dan membawanya ke kuburan yang mudah dijangkau lagi sangat luas (baca juga: Yesus Selamat Dari Hukuman Salib?).

KE-EMPAT
Yesaya bernubuat: “Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil.” (YESAYA 53:8).
Ini dapat dimaknai sebagai keniscayaan bahwa setelah ditangkap dan diadili, kemudian Yesus pun dihukum salib - tapi tidak dalam jangka waktu sebagaimana semestinya (lebih dari 2 hari) semata-mata hanya untuk menunjukkan kepada orang-orang Yahudi bahwa hukuman mati melalui penyaliban itu sudah dilaksanakan. Sedangkan tidak berapa lama setelah itu tubuhnya boleh segera diturunkan dari tiang salib. Ini sesuai dengan kehendak Allah sebagaimana disebutkan dalam argumen PERTAMA di atas.

KE-LIMA
Yesaya bernubuat: “Tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya?” (YESAYA 53:8).
Maksud kalimat ini adalah menunjuk para murid pilihan Yesus (MATIUS 10:24) yang semuanya lari meninggalkan Yesus dan tidak memikirkan nasib gurunya, sehingga karena tidak menyaksikan sendiri proses penyaliban atas diri Yesus, maka mereka tidak mengetahui terjadinya penyelamatan itu (MATIUS 26:56). Adapun yang memikirkan nasib Yesus ketika disalib dan yang mengambil Yesus dari tiang salib adalah Allah melalui tangan murid-murid rahasia Yesus.

KE-ENAM
Yesaya bernubuat: “Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat. Tetapi Tuhan berkehendak (lain) yaitu (dengan) meremukkan dia dalam kesakitan.” (YESAYA 53:9-10).
Kalimat ini dapat dimaknai sebagai penjelasan bahwa orang-orang Yahudi menganggap Yesus telah mati, kemudian tubuhnya dibaringkan di dalam kuburnya, padahal sebenarnya Yesus hanya pingsan akibat rasa sakit luar biasa yang dialaminya. Mudah difahami bahwa membuat Yesus pingsan adalah cara Allah memenuhi janji-Nya untuk menyelamatkan nyawa Yesus (lihat lagi argumen PERTAMA di atas)

KE-TUJUH
Yesaya bernubuat: “Sunguh ia (Yesus) terputus dari negeri orang hidup.” (YESAYA 53:8).
Ini dapat diartikan sebagai keadaan di mana Yesus diputuskan kesadarannya (dipingsankan) sementara oleh Allah, sesuai dengan janji-Nya seperti tersebut dalam argumen PERTAMA di atas.

KE-DELAPAN
Yesaya telah bernubuat: “Sesudah kesusahan jiwanya, ia melihat terang.” (YESAYA 53:11).
Maksudnya adalah, Yesus hanya mengalami kesusahan dan menderita saja, tetapi sama sekali tidak dibunuh! Ini, sekali lagi, sesuai dengan janji Allah yang pasti akan menyelamatkan nyawa para Nabi-Nya (lihat lagi argumen PERTAMA di atas).

KE-SEMBILAN
Dalam kitab Yesaya dinubuatkan: “Ia (Yesus) akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan (karena) menanggung dosa banyak orang.” (YESAYA 53:12). Ayat ini, “Menyerahkan nyawanya ke dalam maut” menjelaskan ketika ditangkap, Yesus sama sekali tidak berontak (MATIUS 26:52), padahal dia tahu kalau dirinya akan dibunuh. Atau dengan kata lain Yesus "memasrahkan" dirinya ke tangan algojo. Sedangkan ayat berikutnya, “Menanggung dosa banyak orang” dapat juga dijelaskan dengan diutusnya Yesus sebagai Rasul Allah kepada Bani Israel (MATIUS 15:24) maka kewajibannya adalah untuk mengajarkan Injil (LUKAS 4:43) yang berasal dari Allah kepada kaumnya (YOHANES 7:16-17). Dengan demikian, umat bani Israel yang dulunya sering melakukan perbuatan dosa (ULANGAN 31:27 dan YEREMIA 8:8-9) akan diampuni dosa-dosanya jika percaya pada kenabian Yesus dan menjalankan perintah serta hukum Allah (YOHANES 7:8) sedangkan sebagai imbalannya, kelak mereka akan masuk sorga (MATIUS 5:19).

Jadi, ini bukan sebuah keniscayaan absolut sebagai rangkaian peristiwa kematian Yesus di tiang salib untuk penebus dosa umat manusia seperti yang diyakini oleh umat Kristen. Apalagi bila hal itu dikaitkan pula dengan motto: "cukup percaya pada penyaliban dan kebangkitan Yesus di antara orang mati, maka semua dosa-dosa anda akan terhapus."

Kenapa? Sebab Yesus sendiri dengan tegas mengatakan bahwa keselamatan hanya akan didapat dengan mentaati perintah Allah (MATIUS 19:16-17), dan setiap manusia harus mempertanggung jawabkan sendiri segala prilaku serta ucapannya di dunia dan akhirat (MATIUS 5:21 dan 12:36-37), dan sesungguhnya tidak ada dosa turunan (MARKUS 10:14). Adapun ajaran ini pada hakekatnya sama dengan ajaran para nabi terdahulu (YEHEZKIEL 18:20-21 dan 30).

KE-SEPULUH
Dua pokok ajaran Paulus hingga kemudian lahir agama Kristen adalah pertama: menyembah penyaliban dengan anggapan akan terbebas dari Hukum Taurat (ROMA 3:28-29; 7:6 dan 8:1) dan menyatakan bahwa Hukum Taurat sudah "dipaku" di tiang salib (KOLOSE 2:14). Kedua: menyembah kebangkitan Yesus (1KORINTUS 15:14 dan 17). Artinya, jika tidak menyembah tiang salib dan kebangkitan Yesus, maka tidak adalah yang namanya agama atau keimanan Kristen. Karena itu, maka tidak ada pulalah keselamatan sorga (GALATIA 3:13).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya peristiwa "kematian dan kebangkitan" Yesus itu hanyalah retorika khayalan Paulus belaka. Padahal sudah demikian jelas bahwa di dalam Kitab Perjanjian Lama Allah tegas-tegas berjanji dan bernubuat akan menyelamatkan nyawa para nabi-Nya, termasuk, tentu saja, Yesus (lihat lagi argumen PERTAMA di atas). Oleh karenanya, jika diperhatikan sungguh-sungguh maka kita akan mendapati bahwa secara diam-diam, baik disadari atau tidak, sebenarnya Paulus dan pengikutnya (umat Kristen) telah menuduh Allah sebagai penghianat, karena mengingkari semua janji dan nubuat-Nya sendiri!

KE-SEBELAS
Kebobrokan moral dan kriminalitas lahir antara lain karena adanya kepercayaan penebusan dosa - melalui penyembahan kepada Tiang Salib. Sebagaimana sudah sama-sama kita ketahui, Paulus dan pengikutnya (umat Kristen) percaya bahwa mereka telah melepaskan dosa-dosanya di tiang salib bersama kematian dan kebangkitan Yesus. Jika umat Kristen melakukan perbuatan dosa, mereka tidak perlu merasa khawatir akan dihukum oleh Tuhan, sebab percaya sudah dibebaskan dari segala hukuman Tuhan (lihat argumen KE-SEPULUH). Menurut keyakinan mereka, cukup dengan mempercayai Yesus mati di tiang salib kemudian bangkit lagi dari kematian, maka dengan sendirinya dosa-dosa mereka dianggap telah tertebus oleh Yesus.

Tidak heran jika kemudian mayoritas penyembah Tiang Salib hampir di seluruh permukaan bumi ini hobi menjajah, membunuh, merampok, seks bebas, mabuk-mabukan, judi, menipu, mencuri, korupsi, zina dan lain sebagainya. Dunia ini mereka jadikan mirip seperti habitat hewan di hutan rimba di mana setiap individu boleh hidup seenaknya tanpa aturan dan hukum Tuhan.

KE-DUABELAS
Paulus dan pengikutnya (umat kristen) sengaja menyalahartikan sabda Yesus berikiut ini; “(Yesus) memberikan nyawanya menjadi tebusan bagi banyak orang” (MARKUS 10:45). Padahal ayat tsb mengandung pengertian bahwa Yesus adalah imam, atau pemimpin umat yang berjiwa besar. Ia rela menyerahkan dirinya kepada ancaman maut demi menyelamatkan keimanan pengikutnya yang setia (YOHANES 7:8) dari hukum Allah (MATIUS 19:17). Dengan kata lain, “daripada murid-muridnya tertangkap penjahat sehinga nantinya kembali kafir dan dilaknat oleh Allah, lebih baik dirinya yang ditangkap. Tokh ia sangat patuh pada Allah, dan tidak mungkin akan kafir” (lihat argumen KE-SEMBILAN).

KE-TIGABELAS
Para saksi mengatakan bahwa Yesus belum pernah mati. Mereka hanya mengatakan “bangkit” atau “siuman”, dan tidak satupun dari mereka yang mengatakan “hidup kembali” (lihat argumen 7, 8, 9 dan 10):

  • Yesus bersaksi bahwa dirinya belum mati: “Aku belum pergi ke Bapa” (YOHANES 20:17) atau Aku belum mati, atau Aku masih hidup, atau Aku bukan hidup kembali!
  • Malaikat bersaksi bahwa Yesus belum mati: “Ia hidup” (LUKAS 24:23) atau Ia belum mati, atau Ia bukan hidup kembli!
  • Dua orang bersaksi, Yesus belum mati: “Dia hidup” (LUKAS 24:4-5) atau Dia belum mati, atau Dia bukan hidup kembali!

KE-EMPATBELAS
Ternyata Yesus tidak rela dirinya ditangkap untuk disalib - konon pula sebagai penebus dosa.
Umat Kristeni biasanya bangga saat mengatakan bahwa Yesus mati di tiang salib guna menebus dosa manusia (lihat argumen KE-SEBELAS). Padahal Yesus tidak siap untuk dijadikan pesakitan di tiang salib.

  • Yesus berdoa sampai 3 kali berturut-turut minta pertolongan Allah agar nyawanya diselamatkan (MATIUS 26:36, 42, 44).
  • Yesus sangat ketakutan dan menangis sampai keringatnya bercucuran menyerupai darah (LUKAS 22:44).
  • Yesus berteriak ketika membela dirinya karena takut dihukum (YOHANES 18:23, 36).
  • Yesus berteriak dan menangis memanggil Tuhannya ketika disalib (MATIUS 27:46).

Pertanyaan untuk kita adalah, jika penyaliban Yesus diyakini sebagai pengorbanannya untuk menebus dosa umat manusia, lalu kenapa Yesus nyata-nyata menunjukkan sikap tidak rela untuk ditangkap dan disalib? Jawabnya adalah karena Yesus tidak mengenal ajaran penebusan dosa di tiang salib! Konsep penebusan dosa itu adalah ajaran Paulus yang muncul di kemudian hari. Bukan ajaran Yesus!

KE-LIMABELAS
(a). Penelitian dari seorang cendikiawan.

  • Seorang Kristen ahli, peneliti sejarah dan ahli Matematika dari Amerika serikat “Michael H. Hart” telah menerbitkan sebuah buku sangat menarik berjudul "Seratus orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah." Dalam buku tsb ia menyebutkan 100 tokoh berpengaruh dalam peradaban manusia sepanjang sejarah secara berurutan berdasarkan beberapa alasan, pertimbangan, dan juga dilihat dari simpatisan para pengagum atau pengikutnya.
  • Yang mencengangkan adalah, ia menempatkan Nabi Muhammad SAW di urutan pertama dari 100 tokoh terkenal tsb disertai dengan alasan-alasannya.
  • Meskipun ada 2 milyar lebih orang Kristen di dunia, Mr. Hart memisahkan penilaian yang berbeda terhadap Yesus dan Paulus. Dia meletakkan Paulus di urutan kedua, sedangkan Yesus di urutan ketiga. Artinya para ilmuanpun menyadari bahwa pencipta agama Kristen adalah Paulus. Hal ini senada dengan penjelasan di atas bahwa Paulus dan pengikutnya, adalah penyembah kisah “Penyaliban dan Kebangkitan.” (lihat argumen KE-SEBELAS).
(b). Penelitian ilmiah tentang pertanyaan, "Bangkit hidup kembali, atau bangkit sadar kembali?"

  • Seorang anak perempuan yang telah divonis meninggal selama 4 hari, menceritakan bagaimana dia bisa hidup kembali (Daily News 15/11/55).
  • Seorang laki-laki meninggal selama 2 jam hidup kembali dan mencengangkan para dokter yang merawatnya (Sunday Tribune 27/03/60).
  • Selama 4 menit, jantungnya berhenti, lalu hidup kembali (Sunday Express 23/07/61).
  • Dia tidak tahu bahwa dirinya telah mati selama 90 detik ( Cape Argus 16/03/61).
  • Dr. Hitge telah kembali dari kematiannya ( Cape Argus 04/05/61).
  • Seorang anak muda kabur ketika sedang dikuburkan (Sunday Tribune 13/05/62).
  • Setelah divonis meninggal selama 2 hari, hidup kembali (Post 25/07/65).
  • Mayat berkedip dan hidup kembali saat akan dimakamkan (Daily News 25/07/75).
  • Toddler hidup kembali dari kematiannya ( Natal Mercury 05/12/82).
  • Para dokter transplantasi ragu apakah dia hidup atau mati? (Sunday Tribune 17/07/83).
  • Divonis meningal karena terlalu banyak minuman keras (Daily News 03/01/84).
  • Atau ringkasnya, perhatikanlah berbagai fenomena kasus-kasus "mati suri" di dalam dunia kedokteran!

KE-ENAMBELAS
Alkitab menyatakan bahwa manusia merasakan mati hanya sekali saja.
  • Yesus dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak akan mati sampai dirinya diturunkan di akhir zaman kelak: “Aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus aku” (YOHANES 7:33). Kemudian ketika dianggap mati, Yesus membantah: “Aku belum pergi ke Bapa” (YOHANES 20:17). Kemudian ketika waktunya tiba “Yesus terangkat ke sorga” (MARKUS 16:19). Di akhir zaman nanti, Yesus akan kembali diturunkan ke bumi untuk mengutuk orang-orang Kristen yang menyembah atau menuhankan Yesus (MATIUS 7:22-23) dan setelah itu barulah Yesus diwafatkan oleh Allah, karena seluruh makhluk dan hamba Allah, termasuk Yesus (MATIUS 12:17-19 dan KISAH 4:30) dan para nabi-nabi terdahulu yang semuanya adalah manusia harus merasakan kematian (IBRANI 9:27). Pada hari kiamat nanti, yaitu hari pengadilan Tuhan, semua anak manusia, termasuk Yesus (MATIUS 8:20) dan para nabi lainnya (LUKAS 3:38) akan mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing di hadapan Allah Yang Maha Adil (MATIUS 12:36-37; YEHEZKIEL 18:20-21, 30).
  • Jika manusia hanya mati sekali saja (LUKAS 20:36 dan IBRANI 9:27), maka apakah orang-orang yang sudah merasakan mati seperti di atas (lihat argumen KE-LIMABELAS (b) di atas) tidak akan mati lagi? Apakah kemudian mereka terangkat ke sorga seperti Yesus? Untuk ini, biarlah para penyembah kebangkitan Yesus yang menjawabnya.
  • Diangkatnya Yesus ke sorga, bukanlah peristiwa luar biasa bagi Allah, karena Allah juga pernah mengangkat Henokh ke sorga, bahkan sampai detik ini pun ia belum turun (KEJADIAN 5:24). Dan Nabi Muhammad juga pernah diangkat ke sorga ketika Isra Mi’raj (dikutip dari Hadits Shahih).

KE-TUJUHBELAS
Yesus menubuatkan bahwa mu’jizatnya sama dengan mu’jizat Yunus (MATIUS 12:39):

  • 3 hari Yesus di perut bumi (LUKAS 24:7) = 3 hari Yunus di perut ikan (YUNUS 1:17).
  • Yesus tidak mati (LUKAS 24:4-5) = Yunus tidak mati (YUNUS 1:17).
  • Yesus Keluar dari perut bumi (YOHANES 20:14) = Yunus keluar dari perut ikan (YUNUS 2:10).
  • Yesus kembali ke umatnya (LUKAS 24:17) = Yunus kembali ke umatnya (YUNUS 3:2).


KE-DELAPANBELAS
Memaknai kata “penebusan” dalam alkitab.
  • Ismael (menurut Islam) atau Ishak (menurut Yahudi) dengan suka rela menyerahkan nyawanya sebagai penebus atau pengganti korban bakaran ayahnya (KEJADIAN 22:9).
  • Seekor domba diserahkan nyawanya oleh malaikat sebagai penebus atau pengganti korban bakaran anak tungal Abraham (KEJADIAN 22:13)
  • Musa yang masih bayi terserahkan nyawanya kepada raja Firaun untuk menebus atau menyelamatkan orang-orang Israel (KELUARANl 2:1-10).
  • Yunus dengan rela dan ikhlas menyerahkan nyawanya untuk diceburkan ke laut guna menebus atau menyelamatkan para awak kapal (YUNUS 1:12).
  • Allah (Tuhan semesta) mengacungkan tangan-Nya untuk menebus atau membebaskan Bani Israel dari hukuman perbudakan di Mesir (KELUARAN 6:5).
  • Allah (Tuhan semesta) mencurahkan janji-Nya untuk menebus atau membebaskan Bani Israel dari hukuman perbudakan di Mesir (ULANGAN 7:8).
  • Seseorang boleh menebus atau menanggung hutang keluarganya (IMAMAT 25:25 & Rut 3:9).
  • Boleh menebus atau embebaskan keluarganya dari perbudakan (IMAMAT 25:47-55).
  • Begitu juga Yesus menyerahkan nyawanya untuk menebus atau menyelamatkan (MARKUS 10:45) pengikutnya yang mentaati perintah Allah (MATIUS 19:16-17) dari rencana pembunuhan orang-orang jahat (MATIUS 26:52).


KE-SEMBILANBELAS
Tokoh-tokoh sentral yang berperan dalam "gossip" kebangkitan Yesus

  • Tokoh utama: Yesus putra Maria (MATIUS 1:24-25) dilahirkan secara ajaib (LUKAS 1:31-35) sebagai Rasul Allah (YOHANES 11:42) dengan tugas menyelamatkan dosa-dosa (MATIUS 1:21) Bani Israel (MATIUS 15:24-26) dengan mengajarkan Injil (LUKAS 4:43) dari Allah (YOHANES 7:16) supaya Bani Israel taat kepada Hukum Taurat (MATIUS 5:20 dan YOHANES 9:4) agar mereka mendapatkan kerajaan sorga Allah (MATIUS 5:19). Setelah tugasnya selesai (YOHANES 19:30) Yesus pun diangkat ke sorga (MARKUS 16:19) dengan izin dan kuasa Allah (YOHANES 8:42).
  • Orang tua Yesus: ibu kandung yang melahirkannya adalah Maria atau Maryam (LUKAS 1:27) puteri Imron (menurut Al-Qur’an). Sedangkan ayah asuhnya adalah Yusuf, keturunan Daud (LUKAS 1:27) yang juga sebagai suami Maria (MATIUS 1:24).
  • Sebelas murid pilihan Yesus yaitu Simon (Petrus) dan Andreas saudaranya, Yakobus (anak Zebedeus) dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius (pejabat cukai), Yakobus (anak Alfeus) dan Tadeus, Simon (orang Zelot) à MATIUS 10:2.
  • Delapan pengikut Yesus yang (seolah-olah) terlupakan, yaitu Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus (YOHANES 19:38-39), Maria ibu kandung Yesus, Maria isteri Klopas dan Maria Magdalena (YOHANES 19:25), Yoses dan Salome (MARKUS 15:40), dan ibu anak Zebedeus (MATIUS 27:56).
  • Para pembela Yesus, yaitu Pilatus; hakim Kaisar Romawi (LUKAS 23:4) – Herodes; penguasa negri Yudea (LUKAS 23:11 dan 14-15) – dan isteri Pilatus (MATIUS 27:19).
  • Orang-orang yang memusuhi Yesus, yaitu imam-imam Yahudi dan orang Farisi (YOHANES 11:47) – para tua-tua Yahudi (MATIUS 27:20) – Kayafas; seorang Imam Besar (YOHANES 11:49) – Yudas Iskariot seorang murid Yesus yang berkhianat (MATIUS 26:15) – Dan masyarakat (MATIUS 27:25).
  • Para penjahat, yaitu Yesus Barabas seorang teroris yang dibebaskan (MATIUS 27:16) – Dan dua penyamun yang ikut disalib bersama Yesus (MARKUS 15:27), namun salah satunya bertobat (LUKAS 23:40-42).
  • Orang-orang misterius yang berada di dalam ruang kubur, yaitu satu orang berjubah putih (MARKUS 16:5) – Dan dua orang berpakaian yang menyilaukan (LUKAS 24:4-5).

KE-DUAPULUH
Bagi umat Kristen, memahami, apalagi menerima seluruh konten "tinjauan alkitabiiah" ini sebagai suatu kebenaran ilahiah tentu bukan hal yang mudah. Bahkan kami tidak heran jika anda justru terdorong untuk segera membantah, tidak saja sebagian, tapi seluruh argumen di atas.

Kendati demikian, mungkin ada baiknya diketahui bahwa tidak ada maksud kami untuk memaksakan argumen-argumen ini supaya anda terima, sebab sekali lagi, semua itu adalah tinjauan alkitabiah dari perspektif atau cara pandang iman Islam.

Anda mau menerimanya, syukur Alhamdulillah. Anda menolaknya, ya, tidak apa-apa. Sebab apa yang kami lakukan hanya sekedar meyampaikan. Sedangkan selebihnya, tentu saja terpulang sepenuhnya pada perenungan akal sehat dan hati nurani masing-masing.


Wallahu 'alam bissyawwab.

[Oleh Fakhrudin | Islam Menjawab Fitnah]